Selama ini, nama Candi Prambanan identik dengan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kompleks candi megah yang termasuk warisan dunia UNESCO itu memang menjadi ikon budaya Hindu terbesar di Indonesia. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa Lampung juga memiliki situs bersejarah yang kerap disebut sebagai “Candi Prambanan versi Lampung” oleh warga setempat. Meski bukan candi besar seperti yang ada di Jawa, situs ini memiliki daya tarik unik yang membuatnya semakin populer beberapa tahun terakhir.
Disebut sebagai “Candi Prambanan Lampung”, situs ini merujuk pada Candi Negeri Ulu atau Situs Candi Pugung Raharjo, dua lokasi arkeologi penting yang sering menjadi bahan perbincangan wisatawan karena bentuk dan strukturnya yang mengingatkan pada relief kuno peninggalan Hindu-Buddha. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sejarahnya, keunikan arsitektur, hingga pesonanya sebagai destinasi wisata.
Untuk memastikan konteks sejarahnya, sejumlah informasi mengenai peninggalan Lampung juga selaras dengan laporan yang banyak dibahas dalam platform budaya seperti Kemdikbud, National Geographic Indonesia, serta temuan arkeologi yang sering dirilis oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya).
(External link: https://www.kemdikbud.go.id
Asal-Usul Sebutan ‘Candi Prambanan’ di Lampung
Penamaan ini sebenarnya muncul dari masyarakat dan wisatawan, bukan dari instansi resmi. Sebab, bentuk struktur bata kuno yang ditemukan di beberapa situs Lampung—khususnya Pugung Raharjo—memiliki kemiripan dengan candi-candi era Hindu-Buddha seperti Prambanan dan Plaosan.
Meski begitu, para ahli arkeologi menegaskan bahwa struktur bersejarah di Lampung lebih dekat dengan:
- peninggalan budaya Megalitikum,
- kerajaan bercorak Hindu-Buddha masa pra-Sriwijaya,
- serta tradisi lokal Lampung Kuno.
Karena itulah, istilah “Candi Prambanan Lampung” lebih bersifat populer dan digunakan untuk memudahkan pengenalan wisata, bukan nama resmi.
Situs yang Disebut ‘Candi Prambanan Lampung’
Ada dua situs yang paling sering dikaitkan dengan sebutan tersebut:
- Candi Pugung Raharjo – Lampung Timur
- Candi Negeri Ulu – Tanggamus
Keduanya menyimpan jejak arkeologi yang sangat menarik.
1. Candi Pugung Raharjo: Situs Paling Populer yang Disamakan dengan Prambanan
Candi Pugung Raharjo terletak di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Situs ini merupakan kompleks bersejarah luas yang memuat:
- struktur punden berundak,
- arca-arca kuno,
- relief batu,
- serta sejumlah peninggalan prasejarah hingga era Hindu-Buddha.
Salah satu alasan situs ini dijuluki “Prambanan-nya Lampung” adalah keberadaan peninggalan arca-arca bergaya Hindu-Buddha, termasuk arca bodhisattva dan fragmen batu yang memiliki kemiripan estetika dengan candi-candi di Jawa.
Informasi lebih detail mengenai penemuan arkeologis di situs ini sering dipublikasikan oleh BPCB, serta dimuat dalam beberapa laporan penelitian arkeologi nasional.
(External link: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta
Sejarah dan Temuan Penting
Situs ini ditemukan pada 1957 ketika warga membuka area ladang. Tim arkeologi kemudian melakukan penelitian intensif dan menemukan bahwa:
- kawasan ini digunakan sejak masa Megalitikum,
- berkembang pada masa Hindu-Buddha,
- dan menjadi pusat pemukiman kuno yang cukup besar.
Di dalam situs, terdapat struktur seperti:
• Punden Berundak
Struktur ini merupakan ciri khas megalitikum Nusantara. Meski bukan candi seperti Prambanan, bentuk teras bertingkatnya memberi nuansa mirip bangunan suci kuno.
• Kolam Megalitikum
Area kolam dengan susunan batu alami yang dipercaya sebagai tempat ritual.
• Arca Batu
Termasuk arca bodhisattva dan arca lainnya yang menunjukkan pengaruh budaya Hindu-Buddha.
• Gerabah dan Artefak Perunggu
Ini menunjukkan aktivitas masyarakat masa lampau yang sangat kompleks.
Mengapa Disebut Mirip “Prambanan”?
Meski berbeda skala dan gaya arsitektur, beberapa alasan membuat Pugung Raharjo mendapat julukan tersebut:
- Adanya arca-arca bergaya Hindu-Buddha
- Struktur batu kuno yang mengingatkan pada candi-candi di Jawa
- Suasana historis yang kuat dan area luas seperti kompleks candi
Walaupun bukan replika Prambanan, nuansa atmosfer kuno yang kuat membuat banyak wisatawan menyamakan aura situs ini dengan candi megah tersebut.
2. Candi Negeri Ulu: Jejak Budaya Kuno di Tanggamus
Situs lain yang juga kerap dikaitkan dengan “Prambanan versi Lampung” adalah Candi Negeri Ulu, terletak di Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus.
Situs ini tidak sebesar Pugung Raharjo, tetapi memiliki:
- struktur candi bata kuno,
- fragmen relief,
- dan artefak peninggalan Hindu-Buddha.
Pusat Informasi Arkeologi dari BRIN dan portal-portal budaya daerah juga menyebutkan bahwa situs ini menjadi bukti adanya penyebaran budaya dari kerajaan-kerajaan besar di Jawa ke wilayah Sumatra bagian selatan.
(External link: https://brin.go.id
Faktor yang Membuatnya Disebut Mirip Candi Prambanan
- Material bata merah kuno yang masih tampak
- Struktur kaki bangunan yang menyerupai pondasi candi Hindu
- Ukuran fondasi yang memperlihatkan pola persegi panjang seperti candi Jawa
Meski tidak setinggi Prambanan, bentuknya menunjukkan bahwa Lampung pernah menjadi jalur penting dalam jaringan budaya Nusantara.
Keunikan ‘Candi Prambanan Lampung’ Dibandingkan Candi di Jawa
Meski sering dibandingkan, sebenarnya situs-situs di Lampung memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaannya antara lain:
1. Karakter Megalitikum Lebih Dominan
Pugung Raharjo misalnya, memiliki punden berundak yang berasal dari masa lebih tua daripada candi bercorak Hindu-Buddha.
2. Lebih Banyak Bukti Peralihan Budaya
Lampung merupakan persimpangan budaya antara:
Tradisi Megalitikum lokal
Kerajaan Sriwijaya di Sumatra
Kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa
3. Struktur Tidak Setinggi dan Semegah Prambanan
Candi Prambanan di Jawa dibangun dengan batu andesit dan berukuran raksasa.
Sementara situs Lampung lebih sederhana, tapi kaya nilai sejarah.
4. Narasi Arkeologinya Lebih Beragam
Pugung Raharjo menggabungkan:
- megalitikum,
- masa klasik,
- masa Islam awal,
- dan bahkan era kolonial.
Kompleksitas inilah yang justru menjadi nilai tambah.
Sensasi Berkunjung ke Candi ‘Prambanan’ Versi Lampung
Melihat langsung situs bersejarah ini memberi pengalaman unik. Beberapa hal yang sering dirasakan wisatawan:
1. Suasana Hening dan Mistis
Situs kuno di Lampung biasanya dikelilingi pepohonan, menciptakan atmosfer yang berbeda dibandingkan candi besar yang selalu ramai.
2. Menyentuh Batu-Batu Kuno yang Berusia Ribuan Tahun
Beberapa struktur masih menampilkan batu asli yang tersusun rapi.
3. Mengetahui Jejak Peradaban Lampung yang Jarang Dibahas
Banyak orang tidak mengetahui bahwa Lampung memiliki sejarah panjang sebelum era modern.
4. Cocok untuk Wisata Edukasi Anak dan Pelajar
Guru dan sekolah sering mengunjungi situs ini untuk mengenalkan sejarah Nusantara.
5. Spot Foto Artistik
Bangunan kuno, relief batu, dan lanskap hijau membuat lokasi ini sangat fotogenik.
Akses Menuju Lokasi dan Tips Berkunjung
Cara Menuju Pugung Raharjo
- Dari Bandar Lampung: ±2 jam perjalanan
- Transportasi: sepeda motor, mobil, atau travel
- Jalan menuju situs sudah cukup baik, meski ada beberapa ruas yang sempit
Cara Menuju Candi Negeri Ulu
Dari Kota Agung: ±1 jam
Jalur menuju lokasi cenderung menanjak dan melewati permukiman
Tips Penting:
- Datang pagi hari untuk pencahayaan yang baik
- Gunakan sepatu nyaman untuk berjalan
- Bawa air minum
- Jangan merusak batu atau relief situs
- Patuhi batas area yang dijaga petugas
Pelestarian Situs ‘Candi Prambanan Lampung’
Pelestarian situs sejarah bukan hal mudah. Pihak pemerintah daerah bekerja sama dengan:
- BPCB
- Dinas Pariwisata Lampung
- Komunitas arkeologi lokal
- BRIN
Beberapa kegiatan yang dilakukan:
- pemugaran area yang runtuh,
- pembersihan vegetasi liar,
- edukasi kepada warga sekitar,
- pemasangan papan informasi sejarah.
Data dan laporan pelestarian sering dipublikasikan di laman instansi resmi seperti Balai Pelestarian Cagar Budaya dan BRIN.
(External link: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
Kesimpulan
Keberadaan “Candi Prambanan” di Lampung bukan berarti Lampung memiliki replika candi besar seperti di Yogyakarta. Sebutan itu muncul karena kekaguman masyarakat terhadap situs bersejarah yang memiliki nuansa arkeologis mirip peninggalan Hindu-Buddha.
Situs-situs seperti:
- Pugung Raharjo, dan
- Candi Negeri Ulu,
menjadi bukti bahwa Lampung memiliki sejarah panjang yang terkait dengan peradaban kuno Nusantara.
Meski berbeda karakter dengan Candi Prambanan sebenarnya, keduanya memiliki keunikan tersendiri dan layak menjadi destinasi wisata budaya.
Dengan berkembangnya minat terhadap wisata sejarah, situs-situs ini semakin diperhatikan dan diharapkan dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.






























