Pada Sabtu pagi, 30 Agustus 2025, selebritas kontroversial sekaligus selebgram Lucinta Luna turun langsung ke jalan—ikut berdemo di depan Gedung DPR RI. Penampilannya yang nyentrik sekaligus penuh simbolik langsung mencuri perhatian publik serta media. Dengan mengenakan helm ojek online Gojek dan mengibarkan bendera One Piece, ia tampil seperti korlap (koordinator lapangan) dalam unjuk rasa tersebut www.jpnn.comsuara.comYoursay.idAyo Bandung.
Momentanya viral di media sosial; banyak warganet menghiasi postingan dengan reaksi meriah. Unggahan Lucinta di Instagram memperlihatkan betapa totalitas ia menyuarakan aspirasinya serta kecewa terhadap kondisi wakil rakyat saat ini www.jpnn.comYoursay.id.
2. Visual yang Menyita Perhatian Publik
Filem orasi Lucinta Luna dipertegas dengan jaket loreng berwarna gelap dan helm ojol—simbol yang ia sebut sebagai penghormatan terhadap Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat demo beberapa hari sebelumnya Yoursay.idAyo Bandung+1.
Sikapnya ini mendapat sambutan hangat dari pendemo lain yang bersorak, menjadikannya pusat perhatian di tengah kerumunan massa Yoursay.idwww.jpnn.com.
3. Isi Orasi: Tuntutan Tegas dan Simbol Politik
Lucinta membuka orasinya dengan sapaan khas “Assalamualaikum… baling-baling bambu!” yang memicu tawa sekaligus semangat dari massa Yoursay.id. Ia kemudian menyampaikan kritik keras terhadap DPR: menyebut anggota legislatif berlaku “petantang-petenteng” dan menyerukan pembubaran lembaga tersebut. Seruan yang dilontarkan antara lain:
- “Bubarkan DPR!”
- “Stop bayar pajak!”
- “Jangan manipulasi rakyat!” suara.comAyo BandungYoursay.id
Penutup orasi Lucinta penuh dramatik—ia mengibarkan bendera bajak laut One Piece yang menampilkan lambang tengkorak dan topi jerami, simbol perlawanan terhadap rezim yang dianggap tidak lagi adil. Baginya, bendera tersebut melambangkan harapan, perubahan, dan persatuan rakyat suara.comYoursay.idAyo Bandung.
4. Simbolisme Bendera One Piece: dari Animasi ke Protes Sosial
Fenomena bendera One Piece semakin luas terdengar sejak jelang HUT ke‑80 RI—banyak digunakan sebagai alat ekspresi sosial dan simbol kebebasan. Namun, ada juga kritikan keras dari elite politik yang menilai simbol ini bisa bersifat provokatif hingga subversifsuara.com.
Dalam konteks aksi Lucinta, penggunaan simbol ini terasa sangat sengaja: menguatkan pesan bahwa rakyat bersatu menolak ketidakadilan dan menuntut perubahan nyata.
5. Reaksi Publik dan Jejak Media Sosial
Pasca aksi, warganet langsung memberi respon beragam. Banyak yang mendukung aksi Lucinta, sementara sebagian lain merasa terkejut, tapi tetap kagum terhadap nyalinya. Beberapa komentar netizen:
“Gue sih yes sekarang sama Lucinta Luna.”
“Respect banget.”
“Kalo Korea punya Wonyoung, Indonesia punya Lucinta.” Yoursay.idAyo Bandung
Aksi ini menjadi diskusi luas, baik di platform sosial maupun di kalangan publik yang menyoroti keseriusan selebritas dalam menyampaikan aspirasi massa.
6. Latar Belakang Demo: Kematian Affan Kurniawan & Ketidakadilan yang Memuncak
Aksi demo ini tidak berdiri sendiri. Ia merupakan kelanjutan dari gelombang protes atas tewasnya Affan, pengemudi ojol yang terlindas mobil taktis Brimob saat aksi massa sebelumnya. Isu ini memicu kemarahan publik terhadap kinerja DPR dan beban pajak yang dirasa menekan rakyat kebanyakan www.jpnn.comsuara.comAyo Bandung+1.
Lucinta tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap ketidakadilan, tetapi juga memberikan penghormatan simbolik atas kematian Affan—menunjukkan bahwa solidaritas bisa datang dari figur publik dengan cara paling tidak terduga.
7. Dimensi Politik & Budaya Pop yang Bertabrakan
Aksi Lucinta Luna merupakan titik temu antara budaya pop (One Piece), aksi politik (demo), dan kritik publik secara dramatis. Ia menembus batas antara hiburan dan politik, jadi pusat perhatian bukan semata karena sensasinya, melainkan juga karena makna simbolik yang dalam.
Fenomena ini juga menyoroti bagaimana simbol budaya populer digunakan secara kreatif dalam gerakan sosial—menciptakan pesan yang lebih mudah diterima khalayak luas sekaligus mengandung kritik tajam.
8. Kesimpulan
Aksi Lucinta Luna yang mengibar bendera One Piece sekaligus mengenakan helm Gojek saat berorasi dan menyerukan pembubaran DPR bukan sekadar drama selebritas, melainkan sebuah representasi simbolik dari ketidakpuasan rakyat. Ia mengundang refleksi serius tentang peran figur publik dalam menyuarakan keadilan—bahkan melalui medium yang nyentrik.
Rangkuman:
- Turun langsung ke demo dengan simbol kuat (helm ogol & bendera One Piece)
- Orasi penuh semangat dan sindiran pada DPR serta kebijakan pajak
- Aksi simbolik sekaligus solidaritas terhadap Affan Kurniawan
- Mendulang respon luas dari netizen dan media
- Menyambungkan budaya pop dengan politik nyata





























