Hanoi, ibukota Vietnam yang kaya akan warisan budaya dan sejarah ribuan tahun, semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pada ajang TPO Best Awards 2025, Hanoi mendapat penghargaan di kategori “Sustainable Tourism”—pengakuan yang dinilai penting oleh pemerintah kota dan pelaku industri wisata karena mencerminkan komitmen nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan praktik pariwisata yang ramah lingkungan. (VietnamPlus) Vietnam+ (VietnamPlus)
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci bagaimana Hanoi mencapai prestasi tersebut: strategi, program, tantangan, dan prospek
TPO Best Awards: Apa Itu dan Kenapa Penting?
Penghargaan semacam ini bukan hanya untuk gengsi.
Langkah‑Langkah Konkret Hanoi Menuju Pariwisata Berkelanjutan
Berikut ini sejumlah inisiatif dan kebijakan yang sudah diambil Hanoi dan menjadi alasan utama di balik penghargaan tersebut:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
Salah satu kebijakan terbesar yang disorot ialah rencana pelarangan plastik sekali pakai di hotel‑hotel dan situs‑situs wisata mulai tahun 2026. Benda seperti tas plastik gratis, botol atau wadah sekali pakai, sampo/toiletries mini akan dibatasi. Vietnam+ (VietnamPlus)+1 - Program pemilahan sampah dan fasilitas pengelolaan lingkungan
Di situs-situs warisan dan tempat wisata budaya, Hanoi sudah memasang tong sampah dengan pemisahan limbah, signage multilingual, dan sistem habitat yang mendukung pelestarian. Restorasi situs warisan budaya juga disokong dana ratusan miliar VND untuk melestarikan artefak dan bangunan lama agar bisa menjadi daya tarik wisata yang tetap otentik. Vietnam News Agency+2vietnam.vn+2 - Keterlibatan komunitas lokal dan pengembangan pariwisata desa serta pedesaan
Di sekitar ibu kota, desa‑desa dan distrik pinggiran seperti Duong Lam Ancient Village, Hong Van Commune, Van Diem woodcraft village, dan lain‑lain, diberi dorongan agar penduduk ikut serta dalam pengembangan homestay, wisata pertanian, kerajinan, dan kegiatan budaya lokal. Ini selain meningkatkan pendapatan lokal juga menjaga agar manfaat pariwisata dirasakan secara lebih merata. vietnamnews.vn+2Hanoitimes+2
Dampak Data & Statistik Terkait
Beberapa data penting yang menunjukkan seberapa besar pariwisata telah tumbuh dan bagaimana transformasi menuju keberlanjutan sudah mulai nyata:
- Pada 2024, Hanoi menyambut hampir 28 juta wisatawan termasuk domestik dan internasional. Pendapatan pariwisata mencapai sekitar VND 111 triliun dan kontribusinya terhadap GRDP hampir 8 %. vietnam.vn+1
- Pemesanan hotel (tingkat hunian kamar) di hotel dan apartemen wisata kelas menengah‑atas mencapai 80‑an persen. vietnam.vn
Tantangan yang Masih Harus Diselesaikan
Tidak semua hal berjalan mulus. Banyak aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah agar keberlanjutan bukan hanya slogan, tetapi benar‑benar praktik sehari‑hari:
- Kesadaran publik yang berbeda‑beda: Di antara penduduk lokal, wisatawan domestik, dan pelaku usaha, tingkat pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan masih beragam. Kadang aturan belum diikuti dengan ketat.
Reaksi Pemerintah & Pelaku Industri
Pemerintah kota Hanoi menyambut positif penghargaan ini. Vietnam+ (VietnamPlus)+1
Ada dorongan agar mereka terus mengadopsi praktik seperti pengurangan plastik sekali pakai, efisiensi energi, dan pelayanan budaya yang autentik.
Apa Arti Penghargaan Ini untuk Masa Depan Hanoi?
- Peningkatan reputasi internasional
Dengan penghargaan seperti TPO Best Awards dalam kategori Sustainable Tourism, Hanoi akan lebih dikenal di mata wisatawan yang mencari destinasi ramah lingkungan dan etis. Ini bisa mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara yang berkualitas, yang peduli terhadap lingkungan dan budaya. - Fokus pada inovasi & regulasi baru
Untuk mempertahankan gelar ini dan lebih maju, Hanoi perlu menetapkan lebih banyak regulasi spesifik seperti standar destinasi hijau, persyaratan untuk akomodasi dan fasilitas wisata, sertifikasi, dan insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan praktik ramah lingkungan. - Kolaborasi lokal & pemberdayaan masyarakat
Pariwisata berkelanjutan artinya masyarakat lokal harus diuntungkan: ekonomi lokal tergerak, budaya lokal dihormati, dan dampak negatifnya diminimalisir. Homestay, desa wisata, kerajinan lokal, kuliner harus menjadi bagian inti dari strategi. - Pengelolaan lingkungan dan infrastruktur
Pengelolaan sampah, air bersih, kualitas udara, transportasi publik yang ramah lingkungan, dan konservasi situs sejarah harus terus diperkuat. Infrastruktur hijau dan digital bisa membantu mengoptimalkan pengalaman wisata sambil menjaga kelestarian. - Kesinambungan dalam kebijakan
Penghargaan tidak boleh menjadi akhir—melainkan titik awal untuk penerapan kebijakan jangka panjang yang konsisten. Monitoring dan evaluasi secara berkala, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan sangat penting.
Kesimpulan
Meskipun tantangan masih banyak—dari regulasi hingga keuangan dan koordinasi antar sektor—arah yang diambil sudah tepat. Jika





























