Bengkulu tengah mempersiapkan sejumlah destinasi wisata baru untuk menarik lebih banyak pengunjung. Beberapa proyek utama yang sedang dikembangkan termasuk Bukit Basah di Rejang Lebong, Danau Dendam Tak Sudah sebagai taman wisata edukasi, serta pengembangan pulau-pulau kecil seperti Pulau Enggano.
Pemerintah setempat berkomitmen untuk memperluas pilihan wisata alam sekaligus melestarikan keunikan budaya lokal. Jika ingin mengetahui lebih detail tentang destinasi wisata di Bengkulu, Anda bisa melihat perkembangan terbarunya.
Destinasi Alam Baru di Bengkulu
Selain pengembangan wisata edukasi dan bahari, Bengkulu juga memiliki destinasi alam baru yang menawarkan pengalaman berbeda untuk para pecinta petualangan. Dua lokasi yang patut diperhitungkan adalah Bukit Basah Camping Site dan Curup Lekat Waterfall, keduanya menawarkan aktivitas seru dan panorama alam yang memukau.
Bukit Basah Camping Site – Dusun Sawah, Rejang Lebong
Terletak di Dusun Sawah, Rejang Lebong, Bukit Basah Camping Site menjadi salah satu spot berkemah terbaru yang sedang populer. Lokasinya dikelilingi oleh perbukitan hijau dan udara sejuk, cocok untuk melepas penat.
Beberapa fasilitas yang tersedia:
- Area berkemah dengan tenda sewaan atau bagi yang ingin membawa sendiri
- Toilet umum dan area mandi
- Spot foto dengan pemandangan sunrise dan sunset
Aktivitas utama yang bisa dinikmati:
- Camping di antara rimbunnya pepohonan pinus
- Hiking ke bukit terdekat untuk melihat pemandangan lembah
- Menikmati kuliner lokal yang dijual oleh warga sekitar
Jika ingin lebih jauh mengeksplor wisata alam di Bengkulu, tempat ini bisa jadi pilihan menarik.
Curup Lekat Waterfall – Air Terjun untuk Olahraga Ekstrem
Berbeda dengan Bukit Basah, Curup Lekat Waterfall menawarkan sensasi lebih menantang dengan ketinggian mencapai 25 meter. Air terjun ini terletak di tengah hutan dengan trek pendakian yang cukup menantang.
Aktivitas utama yang bisa dicoba:
- Canyoning, meluncur mengikuti aliran air dengan peralatan khusus
- Waterfall climbing, memanjat tebing basah di sekitar air terjun
- Trekking menyusuri sungai kecil menuju lokasi
Untuk pengalaman serupa, bisa melihat referensi canyoning di air terjun lainnya sebagai bahan pertimbangan. Pastikan mempersiapkan fisik dan peralatan yang memadai demi keamanan.
Wisata Air dan Konservasi
Bengkulu tidak hanya mengandalkan pesona alam daratannya, tetapi juga mengembangkan wisata air dan program konservasi untuk melindungi ekosistem perairannya. Proyek-proyek terbaru mencakup Danau Bermani yang menawarkan petualangan air, Danau Dendam Tak Sudah sebagai taman edukasi, hingga Pulau Tikus dengan fokus pelestarian laut.
Danau Bermani – Wisata Rakit dan Kano
Terletak di Pahlawan Village, Curup Utara, Danau Bermani menjadi destinasi baru untuk aktivitas air yang seru. Pengunjung bisa mencoba rafting menyusuri aliran sungai atau canoeing di danau yang tenang.
Beberapa hal yang bisa dinikmati di sini:
- Rafting dengan tingkat kesulitan rendah hingga menengah
- Canoeing sambil menikmati pemandangan perbukitan
- Area piknik di tepi danau
Menurut Catatan Wisata Baru Dikembangkan di Bengkulu, danau ini diharapkan menjadi salah satu unggulan wisata air di Bengkulu dalam beberapa tahun mendatang.
Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) – Taman Edukasi Alam
Pengembangan DDTS sebagai Taman Wisata Edukasi Alam sedang berjalan, meskipun sempat tertunda hingga Januari 2025. Proyek ini menambahkan berbagai fasilitas menarik seperti:
- Paddleboarding dock untuk olahraga air
- Amphitheater dengan kapasitas ratusan orang
- Elevated walkways untuk eksplorasi tanpa mengganggu ekosistem
Fasilitas lainnya meliputi area jogging track dan spot kuliner seperti yang dijelaskan dalam artikel Mediabengkulu.
Pulau Tikus – Konservasi Laut Pasca-Reklamasi
Pulau Tikus diubah dari bekas area reklamasi menjadi pusat konservasi laut. Proyek ini fokus pada:
- Pemulihan terumbu karang yang rusak akibat sedimentasi
- Habitat penyu dengan zona perlindungan khusus
- Penanaman bakau untuk mencegah abrasi
Rencana reklamasi lanjutan akan dilakukan pada 2025 untuk memperluas area konservasi. Informasi lebih detail tentang upaya pelestarian ini bisa ditemukan di artikel Sinar Fakta, termasuk tantangan yang dihadapi dalam menjaga kelestarian pulau ini.
Wisata Kuliner dan Kopi Spesial
Selain keindahan alam, Bengkulu juga menawarkan pengalaman kuliner yang berkembang pesat. Salah satu yang patut dicoba adalah Kraving Coffee Sukarami, kedai kopi lokal yang menghadirkan cita rasa unik dengan bahan-bahan asli dari Bengkulu.
Kraving Coffee Sukarami – Minuman Kopi Lokal
Kraving Coffee Sukarami menjadi salah satu tempat ngopi favorit dengan konsep yang mengangkat bahan lokal. Mereka bekerja sama dengan petani kopi Bengkulu untuk menghasilkan minuman berkualitas sekaligus mendukung perekonomian daerah.
Beberapa menu andalan mereka yang wajib dicoba:
- Sajang Kopi – Racikan kopi dengan gula aren dan rempah khas Bengkulu
- Tebu Latte – Kombinasi kopi dengan sari tebu asli yang menyegarkan
- Durian Latte – Sensasi durian lokal yang dipadukan dengan espresso
Untuk melihat lebih banyak menu dan info terbaru, kunjungi Instagram Kraving Coffee. Lokasinya berada di Jalan P. Natadirdja KM 6,5 Sukarami, dengan grand opening direncanakan pada Mei 2025. Selain kopi, mereka juga menyajikan roti dan es krim buatan sendiri.
Pengunjung yang ingin menikmati kuliner Bengkulu sekaligus mendukung usaha lokal bisa menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi wajib.
Festival dan Budaya Bengkulu
Bengkulu tidak hanya menawarkan pesona alam, tapi juga kekayaan budaya yang hidup melalui berbagai festival unik. Tahun 2025 menjadi momen penting dengan pengembangan tiga acara budaya baru yang akan memperkaya pengalaman wisatawan.
Kain Besurek Carnival
Kain Besurek, tekstil tradisional Bengkulu dengan motif kaligrafi Arab, akan diangkat melalui carnival tahunan pertama. Acara ini menampilkan:
- Fashion show dengan desain modern berbahan Besurek oleh perancang lokal
- Workshop pembuatan kain langsung dari pengrajin berpengalaman
- Pameran koleksi langka dari museum dan kolektor pribadi
Menurut Pedoman Bengkulu, acara ini akan digelar setiap Juli mulai 2025 di kawasan Taman Pantai Panjang.
Danau Nibung Festival
Festival tahunan ini mengangkat potensi wisata dan ekologi Danau Nibung melalui:
- Lomba perahu tradisional dengan desain khas Bengkulu
- Konservasi ikan endemik melalui program pelepasan bibit
- Pameran kuliner hasil laut dari nelayan sekitar
Kegiatan utama berfokus pada pelestarian alam sambil mengenalkan budaya maritim masyarakat pesisir Bengkulu.
Gurita Festival
Terinspirasi dari hasil laut unik Bengkulu, festival ini menawarkan:
- Demo masak olahan gurita oleh koki lokal dan nasional
- Lomba menangkap gurita dengan teknik tradisional
- Pameran seni dari limbah hasil laut oleh komunitas lokal
Festival ini dijadwalkan setiap September di Kepahiang, bersamaan dengan musim panen gurita terbaik. Menurut Traveloka, pengembangan festival budaya seperti ini memperkaya pilihan wisata di Bengkulu sekaligus melestarikan tradisi lokal.
Kesimpulan
Bengkulu sedang membangun destinasi wisata baru dengan fokus pada keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian alam. Dari spot berkemah di Bukit Basah hingga festival budaya seperti Kain Besurek Carnival, setiap proyek dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.
Dukungan terhadap usaha kecil seperti Kraving Coffee dan program konservasi di Pulau Tikus menunjukkan komitmen jangka panjang. Kunjungi halaman wisata Bengkulu untuk update terbaru tentang perkembangan destinasi ini.
Potensi pariwisata Bengkulu semakin cerah, dengan dampak positif yang diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.





























